HADAPI MUSIM HUJAN DENGAN PENUH HIKMAH

 


Musim hujan sudah tiba, hampir seluruh negeri sudah mula membuat persiapan menghadapi sebarang kemungkinan bah yang boleh berlaku pada bila-bila masa. Namun, turunnya hujan bukan hanya penggantian musim semata, sekalipun titisan air langit itu sering dianggap musibah lantaran kesulitan ditimbulkan seperti ribut, banjir atau gangguan rutin harian, tetapi Islam mengajar umatnya untuk melihat fenomena alam ini sebagai tanda rahmat dan kekuasaan Allah SWT. 

1. Mendung sebagai peringatan
- sebelum datang hujan, biasanya didahului dengan mendung. Ketika mendung datang, Nabi Muhammad SAW teringat dengan ayat Allah SWT yang membahas mengenai azab yang diturunkan kepada kaum ‘Aad berupa awan yang gelap. Oleh itu, ulama mentafsirkan bahawa ketika mendung datang, hendaklah orang beriman menjadi takut akan azab Allah SWT dan berusaha untuk terus memperbaiki diri dan taat kepada Allah SWT.

2. Turunnya hujan sebagai waktu yang tepat untuk berdoa
- turunnya hujan menjadi waktu mustajab untuk berdoa sehingga Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk berdoa ketika hujan turun

3. Air hujan untuk bersuci
- Nabi Muhammad SAW bersabda: “Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.” Kemudian kami bersuci dengan air tersebut dan memuji Allah atas nikmat ini.” – Hadis Riwayat Al-Baihaqi  

4. Air hujan menghidupkan bumi
- air hujan yang turun di sebuah tempat yang gersang akan menjadikan tempat tersebut menjadi hijau dengan munculnya pelbagai tumbuhan

5. Hujan sebagai berkah
- turunnya hujan sebagai bentuk rahmat atau kasih sayang Allah SWT 
6. Air hujan untuk menghilangkan gangguan syaitan
7. Air hujan sebagai ubat/penawar

Demikianlah beberapa hikmah dan manfaat air hujan dalam Islam. Fenomena ala mini tidak boleh dilihat semata-mata sebagai tanda kemurkaan Allah SWT, tetapi lebih kepada ujian untuk mendidik manusia agar lebih sabar dan bersyukur. Justeru itu, sama-samalah muhasabah diri dan perbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Hargailah nikmat kesejahteraan yang sering dilupakan saat senang. 

Sumber: Akademi Pengajian Islam Kontemporari –Universiti Teknologi Mara Selangor


Comments